Kuliah

Kang Tso
0



maka tidak akan diterima oleh Tuhan. Oleh karena itu, sekalipun salat dilakukan untuk mendekatkan diri dan beribadah kepada Allah Swt, tetapi termasuk dari syarat-syaratnya ialah rajin dan tekun. Seseorang yang dalam lima kali salat menjauhi kemalasan dan keloyoan maka kedisiplinan, keaktifan dan kerajinan akan menjadi gaya hidupnya.


AI-Quran mencela orang-orang munafik karena mereka melaksanakan salat dengan malas, Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk salat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya’ (dengan salat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali. (QS. al-Nisa [A]: 142)


Faktor ketekunan dan ketepatan waktu

Seorang yang berdiri menegakkan salat dalam lima waktu yang khusus dan berusaha supaya bisa menjalankannya pada awal waktunya, maka dalam perbuatan lainnya ia juga akan terbiasa dengan disiplin yang teratur. Kitab suci al-Quran menjelaskan, Maka apabila kamu telah menyelesaikan salat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk, dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah salat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya salat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. (QS. al-Nisa [4]:103)


Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat, (yaitu) orang-orang yang la/ai dari salatnya. (QS. al-Ma’un [107]:4­ 5)


Baca: Keharusan Memperhatikan Salat dan Merasakan Kehadiran Allah


Amirul Mukminin Ali as berkata kepada Muhammad bin Abu Bakar, “Perhatikanlah waktu salat dan dirikanlah salat pada waktunya, janganlah melaksanakannya sebelum waktunya dengan alasan tidak ada pekerjaan dan jangan pula melaksanakannya setelah waktunya dengan alasan banyaknya pekerjaan.”


*Disarikan dari buku Panorama Pemikiran Islam – Ayatullah Jafar Subhani



Post a Comment

0Comments
Post a Comment (0)